PEZMP3

Business News, Entertainment, Games, Technology

Kondisi Sosial Masyarakat Maluku yang Heterogen

Kondisi Sosial Masyarakat Maluku yang Heterogen

Maluku menjadi salah satu provinsi yang memiliki keunikan dari segi budaya, ekonomi, dan sosialnya. Ada berbagai kondisi sosial budaya yang sangat menarik di sini. Maka kondisi sosial masyarakat Maluku inilah yang membuatnya nampak heterogen dan beragam. Ada banyak informasi dalam berita Maluku yang bisa dikulik lebih jauh tentang kondisi sosial masyarakatnya yang unik dan beragam, tentu saja multikultur.

Provinsi Maluku ini memiliki 2 kota dan 9 kabupaten, sedangkan untuk kecamatannya ada 118 kecamatan. Dengan luas yang besar, penduduk di Maluku belum terlalu padat. Kota Ambon menjadi salah satu kota terkenal di Indonesia dan paling padat penduduknya, dalam berbagai berita Ambon juga disebutkan bahwa Ambon menjadi kota yang paling sibuk di Maluku. Dengan berbagai kondisi sosial masyarakat Maluku yang demikianlah membuatnya menjadi unik.

Kondisi sosial masyarakat yang terus berubah menjadi salah satu penggerak bahwa masyarakat selalu dinamis. Bagaimana kondisi sosial masyarakat di Maluku ini? Dengan banyaknya perubahan yang terjadi di masyarakat, tentunya membuat perubahan yang besar juga di masyarakat. 

Kondisi Ekonomi Masyarakat Maluku

source: www.kompasiana.com

Melihat kondisi sosial masyarakat Maluku pastinya tidak akan lepas dari kondisi ekonominya. Maluku menjadi daerah dengan ekonomi paling kecil nomer 3 di Indonesia. Daerah ini juga masuk ke dalam kategori daerah yang miski karena hanya menyumbang sebesar 0.29 persen PDB Indonesia di tahun 2018.

Jika dilihat dari pendapatan per kapitanya, Maluku menjadi salah satu daerah yang miskin nomor 2 atau sekitar Rp24.278.490,00 pada tahun 2018. Dengan pendapatan ini, tetapi Maluku menjadi daerah yang mempunyai pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, kurang lebih mencapai 5.94 persen jika dibandingkan dengan nasional.

Sedangkan sektor usaha yang paling banyak adalah pertanian, perikanan, dan kehutanan. Selain itu juga mengutamakan perdagangan yang cukup pesat berkembang. Pertumbuhan industri di Maluku juga nampak tumbuh dengan cepat, baik secara mikro maupun besar. Dengan kondisi ekonomi ini, maka membuat kondisi sosial masyarakat Maluku juga sedikit berpengaruh.

Kondisi Penduduk Masyarakat Maluku

Kondisi Penduduk Masyarakat Maluku
source: www.cruisemapper.com

Dengan luas wilayah yang besar, jumlah penduduk di Maluku menjadi daerah yang tidak terlalu padat. Provinsi ini menjadi provinsi dengan urutan ke 29 di Indonesia. Sayangnya, padatnya penduduk masih didominasi di kawasan Ambon yang terisi sekitar satu per tiga dari jumlah total penduduk Maluku. Secara keseluruhan, kepadatan penduduknya adalah 36 jiwa per kilometer dan ini terbilang tidak padat.

Kondisi ini yang membuat sosial masyarakat Maluku menjadi lebih berbeda dibandingkan dengan wilayah lain. Masyarakatnya menjadi lebih heterogen tetapi masih bisa disatukan dalam kondisi yang multikultur. Multikultur dari penduduk yang ada di Maluku ini pastinya juga dipengaruhi dengan faktor keberadaan berbagai suku yang mendiaminya. Suku asli dan masyarakat pendatang sudah hidup bersama selama bertahun-tahun sehingga menciptakan kondisi masyarakat yang seperti ini.

Penduduk asli dari wilayah Maluku adalah Suku Ambon, Suku Kei, dan Suku Buru. Sementara suku lainnya adalah pendatang, misalnya adalah bugis, buton, hingga Suku Jawa yang juga menempati beberapa kota di Maluku. Sudah sejak zaman dahulu mereka hidup berdampingan dan melakukan perkawinan campuran suku sehingga semakin heterogen. Selain dengan berbagai suku lain, masyarakat Maluku di masa lalu juga terlibat dalam perkawinan campuran dengan berbagai banga Eropa, misalnya Poortugis. Maka tak heran jika banyak penduduknya yang beradarah Maluku-Eropa di sana. Dengan kondisi sosial masyarakat Maluku yang beragam membuatnya makin unik bukan?

Keberagaman Agama di Maluku

Kondisi sosial masyarakat Maluku tentunya sangat bervariasi, hal ini juga dilihat dari persebaran agama yang ada di sana. Agama Islam menjadi agama yang banyak dianut oleh masyarakat setempat, setidaknya penduduk yang beragama Islam ada 53.03 persen. Sementara itu, agama terbesar kedua adalah Kristen Protestan dengan jumlahj 35.29 persen dari jumlah penduduk. Selanjutnya ada katolik yang berpopulasi 10.77 persen, sementara sisanya adalah Hindu, Konghucu, dan Buddha yang tidak mencapai 1 persen dari jumlah total penduduk.

Dengan keberagaman ini, membuat kondisi sosial masyarakat Maluku tetap harmonis dan hidup berdampingan. Keberadaan berbagai agama di Maluku ini pastinya tidak terlepas dari para pendatang yang menyiarkan agama di sana. Wah memang menarik sekali bukan?

Selain itu, di Maluku juga terdapat Gereja Protestan Maluku (GPM) yang merupakan gereja terbesar di wilayah ini. Bangunan ini sudah berumur sangat tua dan dibangun pada masa pemerintahan VOC. Hal ini membuktikan bahwa persebaran agama kristen di masa itu banyak dilakukan oleh masyarakat Eropa yang datang ke Maluku.

Untuk berbagai agama lain, misalnya adalah Hindu, penduduk yang memeluk agama ini berada di wilayah Buru dan Maluku Tenggara. Mereka banyak bermukim di sana dan membentuk kelompok masyarakat Hindu. Sementara penganut agama Buddha, banyak yang tinggal di Seram Timur, Buru, dan Maluku Tengah. Untuk masyarakat Konghucu tersebar di berbagai daerah seperti Maluku Tengah, Kepulauan Tanimbar, Buru Maluku Tenggara, dan Kepulauan Aru

Dengan kondisi sosial masyarakat Maluku yang heterogen inilah yang membuatnya menjadi harmonis dan tetap utuh satu sama lain.